Focus Isu


Ini materi sesi kedua di IT Camp Onno Center. Setelah di sesi satu menjelaskan tentang konsep dan berbagai teknologi yg dipake di balik Drone Emprit, di sesi ini saya tampilkan beberapa studi kasus.
Beberapa studi kasus yang diangkat:
- Ridwan Kamil
- Pilkada Jabar (perbandingan 3 kandidat)
- Pornografi
- Pro-kontra isu PKI
- G30S/PKI
- Setya Novanto
Link download:
https://www.slideshare.net/…/drone-emprit-studi-kasus-dan-d…
Moga bermanfaat. | https://www.facebook.com/ismailfahmibdg



MEDIAACEH.CO, Banda Aceh, - Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) bekerjasama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), menyelenggarakan pelatihan pengelola Web gampong, bagi gampong se-Kecamatan Lapang, yang dipusatkan di meting room,  Canden Coffee, Lhoksukon, 01 Oktober 2017.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sebelumnya yang diikuti oleh 30 gampong yang tesebar di Aceh Utara. Menurut Shahrul Razi, selaku Ketua Panitia, rangkaian acara pelatihan akan terus berlanjut hingga merata ke seluruh gampong yang ada di Aceh Utara. “ IPAU bersama RTIK ACEH akan terus berupaya kegiatan pelatihan Web secara gratis untuk seluruh gampong yang ada di Aceh Utara, namun karena berbagai pertimbangan dan alasan, kegiatan ini kita lakukan secara beransur-ansur seperti yang kita lakukan pada hari ini”, ungkap pria yang akrab disapa Undoc.

Undoc melanjutkan, untuk hari ini (Minggu) kegiatan difokuskan kepada sejumlah gampong yang terseber di Kecamatan Lapang, selanjutnya akan terus ke kecamatan lain yang ada di kabupaten tersebut.[]
Sumber : http://mediaaceh.co/2017/10/01/30097/ipau-dan-tik-latih-web-gampong-tahap-ii


Kegiatan Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun 2017 di Aceh (Festik Aceh 2017) Mendapatkan Pesan khusus dari Mentri Kominfo RI Bapak Rudi Antara.



Kegiatan yang di laksanakan selama 2 Hari di Banda Aceh 19 - 20 September 2017 ini menghadirkan lebih dari 6000 Peserta dalam beberapa kegiatan antara lain Seminar Nasional, Workshop Nasional dan Pameran UMK Kegiatan yang di inisiasi Oleh Relawan TIK Aceh ini berkerjasama dengan banyak pihak pemangku kepentingan dan turut di dukung oleh berbagai komunitas TIK maupun Non TIK. Kegiatan Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi ini dilaksanakan secara Mandiri


BANDA ACEH - Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) dari 34 provinsi hadir dalam Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2017 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (19/9). Kegiatan ini dibuka Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Dalam sambutannya, Nova menyampaikan bahwa penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan teknologi informasi itu, di antaranya meningkatkan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan pelayanan dan akses informasi bagi masyarakat.

Manfaat lainnya adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja pemerintahan, sebab koordinasi serta diskusi dapat dilakukan kapan dan di mana saja tanpa harus berada dalam lokasi yang sama. Sistem pemerintahan juga akan berjalan transparan dan akuntabel serta menurunkan biaya operasional pemerintahan karena sistem administrasi lebih sederhana, efektif, lebih murah, dan cepat.
“Dengan banyaknya manfaat dari teknologi informasi itu, maka sangat rugi jika kita tidak ambil bagian di dalamnya. Siapa pun yang tidak dapat memanfaatkan teknologi ini pasti akan tergilas oleh zaman. Sementara bagi yang dapat memanfaatkannya, pasti akan meraup keuntungan,” tuturnya.
Dikatakan Nova, pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya penting bagi dunia usaha, tapi juga sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, ilmu kesehatan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial, pariwisata dan sebagainya.

Ia mengimbau agar masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya dapat memanfaatkan event tersebut untuk saling berbagi dan memahami lebih jauh mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga pemanfaatan teknologi ini dapat mendorong suksesnya aktivitas pembangunan dan ekonomi di daerah Aceh.

Sementara Ketua Pelaksana Festival TIK, Roni menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari (19-20 September) ini dirangkai dengan seminar nasional dan 30 stan yang memamerkan terkait UMKM dan teknologi dari mahasiswa dan startup-startup Aceh.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pelaku UMKM dan pegiat wisata di Aceh untuk dapat memanfaatkan internet sebagai media promosinya dalam bentuk yang lebih menarik,” ujarnya.
Dalam event ini juga hadir sejumlah SKPA, ketua, dan pengurus RTIK Indonesia, pimpinan perusahaan telekomunikasi, Rektor Unsyiah Banda Aceh, para akademisi dan mahasiswa, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Tidak hanya seminar, Festik Aceh yang digelar oleh Relawan TIK yang turut didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini juga menghadirkan bermacam workshop dengan berbagai tema, diantaranya TIK Bagi Promosi dan Perlindungan Budaya, TIK Bagi Pemberdayaan Dayah dan Pesantren, TIK Bagi Pemberdayaan Gampong, TIK Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menegah, Menjaga Privasi Dan Sekuriti di Era Digital, Membangun Toko Online yang Sukses, dan Membangun Startup dan Teknopreneur.(una)



Tahun ini, 2017, tepatnya tanggal 19-20 September, bertempat di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Relawan TIK Aceh menggelar kembali "Festival TIK Aceh Mandiri Tahun 2017".

Festival TIK merupakan ajang pertemuan para stakeholder di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (pemerintah, akademisi, pebisnis, komunitas, masyarakat) untuk lebih mendekatkan dan mengakrabkan masyarakat dengan dunia TIK. Sebelumnya, Festival TIK pertama kali sukses digelar pada 2012 di Gedung Politeknik Telkom Bandung dengan tema "Wilujeng Surfing", dilanjutkan pada 2013 di Jx International Expo Surabaya dengan tema "Jer Basuki Mawa Tekno", dan pada 2014 dilaksanakan di Lion Plaza Hotel Manado dengan tema "Sitou Timou Tumou Tou deng TIK",Festival TIK 2015 di laksanakan di Sasana Budaya Ganesha Bandung", Festival TIK 2016 lokasi di Grhatama Pustaka DIY dengan teman "Membangun Kebijakan Untuk Melindungi Dunia TIK ".
Di festival kali ini, memperhatikan pesatnya penetrasi pertumbuhan pengguna internet Indonesia, maka Festival TIK 2017 ini dianggap perlu untuk mengusung tema

“Literasi Internet, Pilar Ekonomi dan Pariwisata Digital Indonesia”

dengan maksud membangun masyarakat cerdas Indonesia di bidang TIK, dengan bersemboyankan
Beusajan Syedara Ta Peubeudoh Nanggroe Atjeh Ngon TIK yang berarti "Bersama-sama kita bangun Negeri Aceh ini dengan TIK" yang berarti seruan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama memanfaatkan TIK dalam segala lini. Festival TIK 2017 akan dikemas secara lebih menarik dengan isu-isu kekinian dalam seminar/panel nasional, workshop, pameran dan bazar, serta silaturahmi antar komunitas se-Indonesia.
 
Info pendaftaran nya ada disini :

1. SEMINAR FESTIK 2017 (Penuh)

Untuk Seminar Sudah SOLD OUT Tiketnya semua.

So daftar langsung aja dan simpan tiket mu. 
sumber bungker 

MKRdezign

{facebook#https://facebook.com/RelawantikAceh} {twitter#@relawantikaceh} {google-plus#google}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget